Stand Out in The Crowd: which one do you prefer, being unique or pretty/handsome?

24 01 2010

Benarkah untuk menjadi pesohor itu hanya untuk mereka yang dianugrahi paras rupawan? Mungkin itu dulu, bagaimana dengan sekarang? Sepertinya keberuntungan di dunia bisnis hiburan masih berpihak kepada mereka yang memang dianugrahi kesempurnaan ragawi. Tapi, benarkah hukum itu masih terus berlangsung sampai sekarang? Mari kita lihat fenomena apa yang sedang terjadi di dunia hiburan tanah air kita ini.

Suatu malam, saat saya sedang pilih-pilih channel yang menyajikan acara layak tonton, secara tak sengaja saya menemukan acara talk show “Just Alvin” yang ditayangkan di Metro TV. Bintang tamunya cukup menarik karena menghadirkan Nycta Gina, si Jeng kelin dan Miss Lebay 2009 a.k.a Fitri Tropica. Saya pemuja 2 komedian perempuan yang dalam setiap aksi panggungnya selalu mengharu biru perasaan saya, mulai dari lucu, sebel sampe pengen nabok!

Mungkin selama ini, pemirsa menilai mereka adalah sosok yang sukses dan sempurna. Di usia belia, mereka mampu meraih kekayaan sekaligus popularitas yang didukung oleh kesempurnaan ragawi.
Namun tahukah kamu? Ternyata semasa remaja, si Jeng Kelin adalah sosok remaja yang minder karena suara cemprengnya yang bisa bikin orang-orang disekitarnya merasa pekak karena desibel yang tinggi hehehe. Tapi coba lihat apa yang terjadi sekarang, justru suara cemprengnya itu adalah modal untuk meraih popularitasnya saat ini.

Begitu juga dengan Fitri Tropika yang memang sejak kecil dikenal memilki kepribadian “drama queen” yang akut. Sempat dijauhi oleh teman-teman adalah resiko yang harus dihadapi oleh miss Lebay yang selalu ceria ini. Namun kelebayan fitrilah yang akhirnya mengantarkanya untuk mengecap sukses dan popularitas di jagad hiburan Indonesia.

Sedikit berbeda dengan dua bintang tamu yang lain, Rina Sinden Opera Van java memang sudah dianugrahi paras cantik dan suara yang merdu sejak lahir. Berbagai kontes lagu dan lomba mirip Nike Ardilla sudah sering diikuti dan menjadi juara. Tapi tampaknya bukan itu yang membuat Rina berhasil mencuri perhatian di kancah hiburan. Dengan memadukan ketrampilan menyanyi yang mumpuni dan hobi melawak, jadilah rina sebagai sosok sinden genit dengan suara merdu merayu sekaligus mengocok perut pemirsa dengan humor-humor segarnya. Rupanya, Rina sudah menemukan formula ampuh bahwa dengan memadukan kemampuan bernyanyi dan melawak adalah senjata ampuh untuk sukses di dunia hiburan.

Dari semua tokoh yang ditampilkan diatas, masih kamu berpikiran bahwa sukses di dunia hiburan hanya milik mereka yang cantik/ganteng saja?

Manusia dihadirkan di dunia ini sebagai ciptaanNya yang sempurna, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya tanpa kemampuan untuk memilih, hanya bisa menerima apa adanya. Apabila kamu termasuk sosok yang suka meratapi kekurangan-kekurangan yang ada dalam hidupmu, ada baiknya kamu merenungi sejenak dan mulai mengubah cara berpikirmu bahwa setiap kekurangan yang dititipkan Tuhan sebenernya adalah kelebihanmu juga.

Siapa yang pernah menyangka bahwa Tukul Arwana, sosok ndeso, pendidikan formal juga ala kadarnya, wajahpun jauh dari tampan namun mampu meraih sukses sebagai presenter di sebuah acara yang kontroversial dengan jumlah penggemar dari segala lapisan masyarakat tanah air. Kemampuan berbicara bahasa Inggris yang belepotan malah semakin menambah ciri khasnya yang tak akan mampu terbeli oleh sosok presenter lainnya.

Tidak perlu harus menunggu jadi sempurna sampai meniru habis-habisan gaya para idola masa kini. Hargailah dirimu sendiri dengan segala keunikan yang sudah dianugrahkanNya karena setiap manusia dihadirkan dengan nilai otentisitas yang tinggi, jadi kenapa pula harus menjalani hidup ini dengan menjadi peniru atau di bawah bayang-bayang orang lain.
So, which one do you prefer, being unique or preety?

PS: maaf, kalo fotonya rada tidak nyambung. Tapi waktu menemukan foto ini hasil dari nggogling, saya ngakak abis dan memutuskan bahwa foto ini layak dipajang untuk mendukung tulisan saya. Hei..gak boleh protes!! at least, look at the positive side that slut people always be creative for standing against the mainstream. hehehe

Advertisement

Actions

Information

One response

5 02 2010
Peter

Nice post ko ^^

Bisa dibilang semakin majunya jaman dan semakin tingginya kompetensi yang ada, wajar bila skarang kita sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Ketika kita melihat orang lain yang kita rasa mereka mempunyai kelebihan di dalam bidang tertentu, kita jadi merasa minder :p.

Menurutku sih, membandingkan diri sendiri dengan seseorang yang lebih baik dari kita terkadang diperlukan (dalam bidang yang sama), karena dengan demikian kita bisa mempunyai motivasi untuk maju, mengejar orang yang kita bandingkan =)

Akan tetapi, yang paling penting (spt post di atas) adalah tahu telenta seperti apa yang Tuhan berikan kepada kita, di mana tempat kita bisa bekarya, dari situ kita melakukan apa yang terbaik dengan talenta yang telah diberikan ^^. Tahu kelebihan-kelebihan kita baru bisa tahu kemana kita akan melangkah.

kalo seseorang yang serius dan tidak humoris sekali, ya jangan masuk dunia lawak gitu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.